Pengelolaan Pulau Karampuang dalam Perspektif Pengelolaan Pengunjung (Visitor Management)
Tim Penulis : Rifka Arifah, Ariansyah dan Desy Sabri
Pulau Karampuang merupakan sebuah pulau
yang berada di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat, tepatnya berada di Kecamatan Simboro
Kepulauan. Pulau ini berpenduduk sekitar ± 2000 (dua ribu) jiwa dengan mayoritas masyarakat yang memeluk agama Islam. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat Pulau Karampuang melakukan aktifitas
seperti berkebun dan menangkap ikan dan sebagian besar masyarakat pulau ini bermata pencaharian sebagai nelayan.
![]() |
Gambar 1 : Kapal Alfian 102
mengantarkan penulis menuju Pulau Karampuang
Foto :
Rifka Arifah
|
Untuk mencapai lokasi, penulis menggunakan transportasi umum
laut yaitu Kapal Alfian 102 dari Pelabuhan Mamuju selama 25 menit, untuk menuju Pulau Karampuang
dapat dilakukan dengan beberapa kapal ukuran sedang yang dapat menampung maks.
30 penumpang sekali jalan dengan biaya rental kapal Rp. 500.000/pergi-pulang, namun bila datang sendiri dapat ikut serta angkutan kapal
yang membawa penumpang lainnya menuju Pulau Karampuang dengan biaya Rp. 20.000/pergi-pulang.
![]() |
Gambar 2 : Vegetasi
Mangrove tidak berada jauh dari Pulau Karampuang
Foto :
Rifka Arifah
|
Pulau Karampuang telah menyihir banyak wisatawan untuk datang
menikmati penawaran keindahan khas pantainya. Pada dasarnya Pulau Karampuang ini
memiliki tekstur morfologi tanah dengan tipe karang berpasir dan beberapa area
yang memiliki beberapa vegetasi mangrove yang kelola oleh petani bakau. Pulau ini
juga menjadi salah satu daya tarik wisata andalan di Sulawesi Barat. Pulau seluas
sekitar enam kilometer persegi ini terkenal akan keindahan lautnya yang
meliputi warna-warna biota laut yang hidup pada terumbu-terumbu karang yang
dapat diamati meski tanpa snorkeling maupun diving
karena memiliki tingkat visibility
yang baik pada suatu kondisi cuaca cerah dan atmosfer laut sedang tenang.
Di pulau ini ada sekitar 3-4 pelabuhan umum yang digunakan namun
khusus untuk membawa wisatawan tersedia pelabuhan yang dibangun di bagian
paling utara Pulau Karampuang, Dan akan langsung disambut dengan dermaga kayu sepanjang
500 meter yang dibangun dari garis pantai dan menjorok kearah laut. Dari atas dermaga,
Nampak jelas berbagai jenis terumbu karang dan ikan-ikan kecil. Air lautnya sangat bersih dan jernih sehingga
memungkin kan setiap pengunjung di pulau ini untuk melihat keindahan laut yang menarik.
Jika ingin melihat keindahan bawah laut lebih dekat, dapat juga melakukan aktivitas
diving atau snorkeling dengan
menyewa kapal.
Di Pulau Karampuang terdapat beberapa spot diving yaitu ;
Ujung Bulo, Ujung Bulo 1, Karayyang dan Karampuang, Di Pulau Karampuang terdapat
tempat penyewaan alat diving yang di kelola sendiri oleh masyarakat, peralatan
diving yang tersedia tersebut terdiri dari jaket pelampung, kacamata renang dan
tabung oksigen, hanya saja tabung oksigen di impor dari Kantor Pusat dive centre di Mamuju dan kuantitasnya hanya berdasarkan
reservasi orderan wisatawan yang akan datang.
![]() |
Gambar 3 : Panel Surya di Pulau Karampuang
Foto : Rifka Arifah
|
Wisatawan
paling banyak berdatangan ke Pulau Karampuang ini adalah pada saat liburan panjang
dan di hari besar atau hari raya. Berbagai fasilitas di Pulau Karampuang mendukung aktifitas wisata terdapat gazebo, warung-warung kecil dan dermaga, namun untuk listrik belum masuk ke dalam pulau ini dan
masyarakat mengandalkan Panel Surya sebagai sumber listrik untuk rumah-rumah
warga.
Untuk salah satu atraksinya, masyarakat
di Pulau Karampuang tiap tahun sering mengadakan ‘Festival Lomba Lopi-Lopi’ yaitu perlombaan
balap perahu dayung yang di ikuti dan di meriahkan oleh masyarakat Pulau Karampuang
dan masyarakat di luar pulau serta perayaan pesta nelayan yang merupakan rasa
wujud syukur masyarakat Pulau Karampuang akan hasil laut yang melimpah. Pada umumnya, wisatawan yang mengunjugi Pulau Karampuang memiliki motivasi untuk menikmati
keindahan bawah laut secara langsung, namun ada juga yang berniat untuk mengunjungi
atraksi wisata lainnya didalam pulau seperti Goa Lidah atau Sumur Enteng Jodoh dengan
3 rasa yaitu Asin, Tawar dan Payau.
Untuk meningkatkan
kualitas
pengalaman (experience quality) oleh wisatawan
yang berkunjung ke Pulau Karampuang, diperlukan sebuah pengelolaan
pengunjung (visitor management). Pulau Karampuang
memiliki luas pulau sekitar 6 km2 dengan
aktivitas wisatawan paling banyak dilakukan pada sisi utara pulau.
Dengan semakin berkembangnya kegiatan jalur
keluar-masuk wisatawan pada Pulau Karampuang tanpa diseimbangkan dengan pengelolaan
pengunjung dapat menimbulkan permasalahan - permasalahan. Masalah yang timbul antara
lain berupa pencemaran lingkungan yang di sebabkan oleh sampah, mengingat Karampuang
merupakan sebuah pulau dan tanpa pengelolaan limbah yang baik sampah bawaan dari
laut akan semakin menumpuk dan sampah limbah rumah tangga masyarakat apabila tidak
di atur dengan baik akan menganggua ktivitas wisatawan, selain itu akan muncul masalah
lain seperti rusaknya vegetasi alami, pencemaran sumber air yang di sebabkan oleh
limbah cair kakus dan non-kakus, vandalisme, Perusakan fasilitas hingga kecelakaan
yang terjadi terhadap pengunjung karena fasilitas dermaga yang tidak mendukung dan
kayu yang mulai lapuk.
Gambar 4 :
Beberapa bentuk Interpretasi pada Pulau karampuang
Foto : Rfka Arifah
|
Untuk mengatasi permasalahan - permasalahan
yang timbul pihak pengelola seharusnya menerapkan tekhnik pengelolaan pulau karampuang
dengan berbagai hal seperti ; Membuat sistem zonasi berupa gambaran layout
pulau, meningkatkan pelayanan interpretasi,
memaparkan kode etik wisatawan. Membuat program bimbingan atau mengembangkan Unit
Kegiatan Masyarakat di dalam pulau. Program-program pengelolaan pengunjung harus
dijalankan sehingga tidak didapatkan pengulangan dampak
yang diakibatkan oleh pengunjung dan aktivitas masyarakat lokal karena masih terdapat
indikasi dampak yang ditimbulkan melalui aktivitas masyarakat kepada wisatawan.
Salah satu penyebab tidak efektifnya penerapan tekhnik pengelolaan pengunjung
yang di terapkan karena tekhnik yang di terapkan masih memiliki kelemahan-kelemahan
dalam implementasinya.
Pulau Karampuang memiliki potensi sebagai
sebuah daya tarik wisata berbasis pulau dengan mengandalkan keindahan terumbu karang
dan biota lautnya, selain itu masih banyak potensi lain yang bisa digali atau dijadikan
penambahan variasi aktivitas wisatawan. Hal ini dapat dikembangkan dengan menambahkan
beberapa fasilitas penunjang seperti rumah makan yang menjual makanan tradisional
(Kalumpang), karena pada kondisi saat ini belum terlihat adanya keterlibatan
yang besar dari masyarakat untuk mengelola fasilitas penunjang pariwisata. Hingga saat
ini sudah ada sekitar 10 rumah yang menggunakan sebagian rumahnya sebagai
homestay namun belum ada yang mendapatkan pelatihan mengenai prosedur pelayanan
akomodasi yang baik. Dari segi pengelolaan pengunjung (visitor management), belum tersedia layout di dalam pulau
dan aktivitas wisatawan yang lebih condong di arah sisi
utara pulau. Sedangkan di sebelah selatan juga terdapat Sumur Tiga Rasa yang
dapat dijadikan atraksi. Selain itu karena tidak adanya sistem pembeda
zonasi untuk aktivitas nelayan dan spot
diving akan sangat berbahaya dikemudian harinya, masalah lain
yang dihadapi adalah penggunaan jaring 3 lapis milik nelayan yang dapat mengancam
keberlangsungan biota laut di sekitar Pulau Karampuang.



Komentar
Posting Komentar